01
Feb
2023
  • Home
  • Edukasi
  • Mempertanyakan Efektifitas Kerja Sama Internasional di Bidang Lingkungan

Ancaman Nyata Krisis Iklim Global;

Mempertanyakan Efektifitas Kerja Sama Internasional di Bidang Lingkungan

Raisya Bintang Sulaiman Putri Senin, 24 Oktober 2022 22:43 WIB
greenpeace
Dalam mempertahankan eksistensinya, setiap negara memiliki ancaman yang berbeda-beda. Pada ranah hubungan internasional misalnya, setiap negara wajib untuk mempertahankan keamanan negaranya sebagai bentuk antisipasi dari serangan negara lain. Dalam hubungan internasional ancaman yang asalnya dari negara disebut sebagai ancaman tradisional. Namun dikarenakan sifatnya yang dinamis, disiplin Hubungan internasional terus mengalami perkembangan, salah satunya munculnya ancaman keamanan yang berasal dari non-negara seperti kelompok-kelompok radikal dan lingkungan. Ancaman ini disebut dengan istilah ancaman non-tradisional.  

Krisis iklim termasuk ke dalam salah satu ancaman keamanan non-tradisional. Melansir dari Caballero; 2016) salah satu karakteristik utama yang menjadikan  suatu permasalahan dijadikan sebagai ancaman suatu negara adalah dampak yang dihasilkan oleh permasalahan tersebut memiliki skala yang besar seperti mengancam keselamatan umat manusia dan kepentingan nasional suatu negara. Dampak dari permasalahan lingkungan tidak hanya berupa kenaikan temperatur belaka, melainkan lebih luas dari pada itu. Permasalahan lingkungan juga dapat menyebabkan rusaknya alam sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Yang mana hal ini akan berdampak pada kualitas air serta keseimbangan ekosistem.

Turunnya kuantitas air dapat mengancam eksistensi manusia seperti gagal panen yang dapat berujung pada krisis pangan. Kekeringan yang disebabkan oleh kurangnya kuantitas air di muka bumi juga dapat menyebabkan turunnya populasi hewan di dunia. Sebagaimana publikasi riset yang dilakukan oleh Word Wildife tahun 2022 menyebutkan bahwa populasi satwa liar mengalami penurunan sebanyak 65%. Penurunan kualitas air juga dapat menyebabkan masalah kesehatan manusia. Dampak lain yang lebih diperhitungkan oleh negara-negara adalah, permasalahan lingkungan yang ada dapat menyebabkan krisis energi yang dapat mengancam aktivitas ekonomi suatu negara.

Permasalahan lingkungan yang berujung pada krisis iklim bukanlah permasalahan baru dalam ranah internasional. Salah satu bentuk valid dari diperhitungkannya krisis iklim sebagai ancaman adalah diadakannya sebuah Konferensi Jenewa pada tahun 1979 yang khusus membahas upaya dalam menanggulangi pemanasan global. Yang mana hasil dari pertemuan ini adalah dibentuknya Badan Internasional Penilaian Iklim atau Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC). Selanjutnya permasalahan lingkungan juga dimasukkan dalam konvensi PBB, lebih tepatnya dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim atau biasa dikenal United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada tahun 1992. Dalam rangka mengimplementasikan hasil dari UN Convention lebih lanjut, negara-negara di dunia merealisasikan kerja sama internasional khusus di bidang lingkungan yaitu Confrence of The Parties (COP) pada tahun 1989.

Secara umum, inti dari konvensi dan perjanjian internasional yang telah diratifikasi oleh negara-negara dalam cakupan internasional adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Namun, fakta di lapangan menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan merupakan masalah yang belum terselesaikan hingga hari ini. Mengapa demikian? Karena negara-negara masih terus memprioritaskan aspek ekonomi dan pertahanan dibandingkan isu lingkungan. Hal tersebut dapat kita lihat dari didahulukannya kepentingan-kepentingan ekonomi daripada isu lingkungan. Pernyataan yang keluarkan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Indonesia, Siti Nurbaya, pada tahun 2021 adalah contoh yang dapat digunakan. Mengutip salah satu majalah online, tempo.co, menyebutkan bahwa statement beliau yang mengatakan bahwa "Pembangunan yang sedang berlangsung secara besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi".

Pernyataan yang sempat menghebohkan dunia maya tersebut tidak dikeluarkan tanpa alasan, melainkan beliau menilai bahwa melakukan pemberhentian atas nama deforestasi berarti melawan mandat tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam poin meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, bukti dari tidak diprioritaskannya isu lingkungan pada praktik hubungan internasional terutama di Indonesia dapat kita lihat dari tidak dimasukkan isu lingkungan ke dalam isu prioritas dalam agenda G20. Meskipun G20, merupakan forum yang berfokus pada isu ekonomi, seharusnya isu lingkungan juga turut disertakan mengingat alam merupakan modal bagi pelaku industri dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Ancaman lingkungan merupakan suatu hal yang nyata dan tidak dapat dihindari. Misalnya, kawasan Pasifik Selatan yang terancam tenggelam akibat dari kenaikan intensitas air laut yang disebabkan oleh pemanasan global. Cuaca yang berubah-ubah yang dapat menyebabkan gagal panen hingga berujung pada krisis pangan. Hingga hilangnya ekosistem makhluk hidup lain, seperti kepunahan spesies tumbuhan dan hewan yang dapat mengancam ketidakseimbangan ekosistem. Tentunya, para pemimpin negara-negara di dunia mengetahui hal ini dan berusaha mengatasinya dengan melakukan pembatasan pembangunan melalui kerja sama internasional antar negara. Namun sayangnya, hasil implementasi dari kerja sama internasional tersebut dianggap belum maksimal karena tidak adanya jaminan suatu negara akan tunduk dan taat pada perjanjian tersebut. Sehingga efektivitas kerja sama negara-negara internasional di bidang lingkungan perlu dipertanyakan.
 

T#g:krisisglobal lingkungan ancamannontradisional ancaman
Komentar
Rabu, 01 Feb 2023 07:57 News

Gubernur Edy Rahmayadi dan Ridwan Kamil sepakati kerja sama peningkatan kualitas bank daerah

sepakati kerja sama,Gubernur Edy Rahmayadi dan Ridwan Kamil kompak peningkatan kualitas bank daerah

Sabtu, 14 Jan 2023 17:28 Bisnis

Awal tahun 2023, RFB Duduki Peringkat Pertama Pialang Teraktif

Medan - JurnaltransDi tengah tantangan pandemi Covid-19 dan persoalan yang menderu yang terjadi tahun 2022, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB)  tetap menunjukkan kinerja terbaiknya.RFB berhasil

Jumat, 23 Des 2022 19:32 Bisnis

Stok Pupuk Subsidi Sumut Mencapai 177% Dari Ketentuan Pemerintah

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat stok pupuk bersubsidi melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 177persen

Selasa, 20 Des 2022 16:30 Bisnis

Bobby Pesan Jangan Takut Jadi Entrepreneur

Medan-Jurnaltrans.comSuara riuh gemuruh pun terdengar dari para mahasiswa lintas universitas ketika Wali Kota Medan, Bobby Nasution meminta OPD terkait di lingkungan Pemko Medan untuk mendata usaha mi

Sabtu, 17 Des 2022 20:26 News

RFB Rayakan Natal Bersama Anak Panti

Medan - Jurnaltrans.comPT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Medan mengadakan ibadah perayaan Natal bersama seluruh jajaran karyawannya. Perayaan Natal yang dihadiri oleh Pdt Leonard Pasaribu, Pd

Minggu, 27 Nov 2022 11:16 News

Gerakan Medan Berwakaf Wujudkan Masjid Mandiri

Medan-Jurnaltrans.comProgram Masjid Mandiri yang digagas Wali Kota Medan Bobby Nasution sangat diapresiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI). Sebagai bentuk apresiasi, BWI pun menyerahkan penghargaan kepada

Jumat, 25 Nov 2022 13:27 News

Wali Kota Buka Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat

Medan-Jurnaltrans.comWali Kota Medan, Bobby Afif Nasution membuka Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) di sekitar Kawasan Jalan Masjid Raya Medan, Kamis (24/7/22) petang.  Kegiatan yang ber

Jumat, 18 Nov 2022 11:03 News

Pabrik Caisar Springbed Bantu Kasur dan Sembako

Medan-Jurnaltrans.comBeberapa waktu lalu terjadi musibah kebakaran hebat di Kota Medan. Tercatat ada 6 kios milik pedagang di Jalan Jamin Ginting, Lingkungan VII Kelurahan Titi Rantai Kecamatan Medan

Rabu, 09 Nov 2022 14:01 News

Proyek Perbaikan Jalan di Sumut Akan Selesai Sesuai Target

Medan-Jurnaltrans.comDirektur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono menegaskan proyek perbaikan jalan di Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp 2,7 triliun akan selesai sesuai target. Sebagai kontra

Rabu, 09 Nov 2022 13:47 News

DPD APERSI Sumut Komitmen Penuhi Kebutuhan Rumah MBR

Medan-Jurnaltrans.comWakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah berharap Apersi terus berkomitmen penuhi kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan fasilitas yang baik. Karena

Rabu, 09 Nov 2022 13:44 Bisnis

Kadin Sumut Diharapkan Bantu Kendalikan Inflasi

Medan-Jurnaltrans.comGubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta kepada Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut membantu mengendalikan inflasi. Salah satu caranya dengan mengendalikan harga bah

Senin, 24 Okt 2022 22:43 Edukasi

Mempertanyakan Efektifitas Kerja Sama Internasional di Bidang Lingkungan

Dalam mempertahankan eksistensinya, setiap negara memiliki ancaman yang berbeda-beda. Pada ranah hubungan internasional misalnya, setiap negara wajib untuk mempertahankan keamanan negaranya sebagai be

Rabu, 05 Okt 2022 06:47 News

Keberagaman Datangkan Kebaikan dan Keberkahan

Medan-Jurnaltrans.comKeberagaman baik etnis, suku dan agama yang dimiliki Kota Medan jangan dijadikan sebagai ancaman. Justru  keberagaman yang ada harus menjadi  sebuah potensi yang dapat m

Rabu, 05 Okt 2022 06:38 News

Pameran Senjata Sumatera di Museum Negeri Sumut Dibuka

Medan-jurnaltran.comGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Zumri Sulthony membuka Pameran Senjata di Museum Negeri Sumatera Utara di Jal

Sabtu, 10 Sep 2022 10:27 Bisnis

Tingkatkan Ekspor Indonesia, LPEI Dampingi Ribuan Mitra Siap Ekspor

Medan-Jurnaltrans.comSebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, total ekspor Indonesia tahun 2021 menc

Kamis, 18 Agu 2022 15:54 News

Meriahkan HUR RI, OMG Gelar "Gebyar OMG 17-an

Medan - Jurnaltrans.comDalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-77, Oh My Glam (OMG) telah menggelar "Gebyar OMG 17-an". Kota Medan menjadi salah satu yang ikut memeriahkan rangkaian Gebyar OMG

Ikuti Kami